Article

Analisis Pelaksanaan Perjanjian Pembiayaan Dengan Prinsip Mudharabah Pada PT. Bank Syariah Mandiri Cabang Medan

Source: OAI

ABSTRACT 09E00143 Perjanjian Pembiayaan Mudharabah didasarkan kepada kepercayaan (trust investment), dengan pengertian lain bahwa pemodal akan menyerahkan dananya kepada pihak pengelola dana setelah pemodal merasa yakin bahwa peminjam modal tersebut baik secara skill maupun moral dapat dipercaya untuk mengelola modal yang diberikan dengan keahliannya dan tidak akan memanipulasi modal tersebut. Namun bukan berarti dalam pelaksanaan perjanjian mudharabah tersebut pihak pengelola dana dilepaskan dari sistem jaminan atau ada pihak yang ketiga yang menjamin, hal ini dilakukan supaya terciptanya keadilan di antara nasabah/mudharib dan pihak bank sehingga dapat melindungi diri dari kerugian (the end of justice is to secure from injury). Adapun permasalahan dalam penelitian ini adalah Bagaimanakah pelaksanaan perjanjian pembiayaan mudharabah pada Bank Syariah Mandiri Cabang Medan, Bagaimanakah pihak Bank menyelesaikan pembiayaan mudharabah yang bermasalah pada Bank Syariah Mandiri Cabang Medan, Sanksi apakah yang diberlakukan kepada mudharib bila melanggar perjanjian dalam akad pembiayaan Mudharabah Untuk menjawab permasalahan di atas penelitian menggunakan metode yuridis normatif yang bersifat kualitatif dengan cara menganalisis data primer dan sekunder dan tersier serta bahan wawancara sehingga menghasilkan jawaban dari setiap permaslaahan yang di kemukakan. Berdasarkan penelitian dapat di simpulkan antara lain pengaturan perjanjian pembiayaan mudharabah berdasarkan kitab suci Al-Qur’an, Al-Hadist, Dewan Fatwa Syari’ah Nasional MUI, Undang-Undang No.21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syari’ah dan Undang-Undang No. 10 Tahun 1998 Tentang Perbankan. Pembiayaan mudharabah yang dilaksanakan di Bank Syari’ah Mandiri Cabang Medan adalah pembiayaan mudharabah Mutlaqah di tujukan kepada perorangan atau badan usaha yang tujuan usahanya adalah untuk usaha pertanian, pertambangan, industri, listrik, Gas dan Air, konstruksi atau proyek, perdagangan, transportasi dan komunikasi, jasa dunia usaha, usaha jasa sosial, namun tetap tidak mengesampingkan pembiayaan terhadap usaha-usaha yang lain sepanjang tidak bertentangan dengan syari’at Islam Dari hasil penelitian ini penulis menyarankan kiranya Bank Syari’ah Mandiri Cabang Medan mensosialisasikan keberadaan Bank Syariah kepada masyarakat, terutama terhadap keunggulan konsep perbankan syariah. Memberdayakan pengusaha kecil/golongan ekonomi lemah dalam penyediaan pembiayaan/modal serta persyaratan jaminan dipermudah, namun tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian, guna menghindarkan risiko kerugian bagi pihak Bank. Menyempurnakan akad pembiayaan mudharabah, dengan menambah klausula yang mengatur dengan tegas tentang sanksi yang akan diberlakukan terhadap nasabah/ mudharib bila melanggar akad pembiayaan mudharabah. The agreement of Mudharabah payment based on trust investment means that the investor will entrust his/her fund to the fund manager after he/she is sure that the debtor can be morally trusted to skillfully manage and will never manipulate the capital lent. Yet, during the implementation of the mudharabah agreement the fund manager is free from the system of guarantee or being guaranteed by the third party in order to create a justice between the customer/mudharib and the bank/fund manager to protect them from financial loss. The purpose of this qualitative study with normative juridical method is to analyze how the agreement of mudharabah payment is implemented in Bank Syariah Mandiri Cabang Medan, how Bank Syariah Mandiri Cabang Medan solves the problem of non-performing mudharabah payment, and the kind of sanction to be given by Bank Syariah Mandiri Cabang Medan to the customer/mudharib breaking the agreement made in the mudharabah payment contract. The data for this study were collected from the primary, secondary and tertiary legal materials and the results of interviews. The result of this study shows that the regulation of the agreement of mudharabah payment is based on the Holy Book of AI-Qur'an, Al-Hadist, Law No.21/2008 on Syari'ah Banking, Law No. 10 on Banking and the Advice (Fatwa) of National Syari'ah Council of MUI (Indonesian Moslem Scholar Assembly) and, in practice, the mudharabah payment implemented by Bank Syariah Mandiri Medan Branch belongs to the mudharabah Mutlaqah payment intended for the individuals or companies running their businesses in agriculture, mining, industry, electricity, gas, water, project construction, trade, transportation, communication, business services, and social services as well as any other businesses which are not in opposition to Islamic law. It is suggested that Bank Syariah Mandiri Medan Branch socialize the existence of Bank Syariah especially the advantage of syari'ah banking concept to all communities, empower the small-scale/economically unstable businessmen through capital provision and simple guarantee requirement based on the principle of caution to prevent the bank from financial loss, and improve the mudharabah payment contract by including the clause that clearly regulates the sanction to be imposed to the customer/mudharib breaking the agreement made in the mudharabah payment contract. Prof.Dr.Bismar Nasution, SH, MH; Prof.Dr. H. Hasballah Thaib, MA; Dr. Sunarmi. SH, M.Hum

11 Bookmarks
 · 
1,902 Views