Article

Pengaruh Penggunaan Abu Sekam Padi Sebagai Material Pengganti Semen Terhadap Kuat Tekan Dan Kuat Tarik Beton

Source: OAI

ABSTRACT 04012577 Pemakaian bahan-bahan tertentu pada beton umumnya dilakukan untuk memperbaiki sifat-sifat beton sehingga diperoleh beton dengan mutu yang lebih baik. Bahan-bahan buangan di sekitar lingkungan dapat dimanfaatkan sebagai bahan untuk meningkatkan mutu beton, misalnya Abu Sekam Padi (ASP) atau Rice Husk Ash (RHA). Hal ini diJakukan untuk memperoleh suatu bahan aitematif yang dapat digunakan sebagai pengganti semen dalam campuran beton dengan biaya yang lebih murah dan mutu yang lebih baik. Abu sekam padi (ASP) merupakan bahan buangan dari padi yang mempunyai sifat khusus yaitu mengandung senyawa kimia yang dapat bersifat pozolan, yaitu mengandung silika (SiO2) , suatu senyawa yang bila dicampur dengan semen dan air dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kuat tekan dan kuat tarik beton. Silika adalah senyawa kimia yang dominan pada ASP. Kandungan silika pada ASP lebih tinggi bila dibandingkan dengan tumbuhan-tumbuhan lain. Namun, beberapa syarat pada ASP tersebut harus diperhatikan terlebih dahulu seperti, kadar silika yang harus mencapai batas minimal 70%. Selain itu, abu sekam padi yang digunakan pada penelitian ini harus lolos ayakan no. 200 agar ASP tersebut dapat mengisi ruang-ruang kosong (transition zone) antar butiran, dapat meningkatkan daya lekat antar butiran sehingga dapat meningkatkan kuat tekan dan kuat tarik beton. Metode penelitian yang digunakan pada tesis ini adalah kajian eksperimental dilaboratorium. Setiap bahan yang digunakan pada percobaan diuji terJebih dahulu. Pada penelitian ini dilakukan tujuh variasi kadar ASP berdasarkan pengurangan berat semen, yaitu 0%, 5%, 10%, 20%, 30%, 40% dan 50% dari berat semen, agar diperoleh kadar optimum ASP yang memberikan kuat tekan dan kuat tarik maksimum. Abu sekam padi yang digunakan pada penelitian ini berfungsi sebagai bahan pengganti semen. Penggantian semen dengan ASP dalam campuran memiliki titik optimum. Penelitian ini memberikan hasil kadar optimum ASP adalah 20% dari berat semen. Karena pada kadar ini terjadi peningkatan kuat tekan dan kuat tarik beton. Jika kadar ASP yang digunakan melebihi titik optimum maka akan terjadi penurunan kuat tekan dan kuat tarik beton. Penggunaan ASP dalam campuranjuga memberikan pengaruh pada nilai slump. Semakin tinggi kadar ASP maka semakin rendah nilai slump adukan. Pembuatan beton dengan ASP ini memerlukan biaya yang lebih besar bila dibandingkan dengan pembuatan beton normal. Hal ini disebabkan oleh proses pengayakan ASP agar lolos ayakan no 200. semakin tinggi kadar ASP semakin besar biaya yang dikeluarkan. Dr. Bachrial Lubis, M.Sc

26 Bookmarks
 · 
4,202 Views