Thesis

FACTORS AFFECTING EXPORT DEMAND OF INDONESIAN TEXTILE AND TEXTILE PRODUCTS IN THE EUROPEAN UNION

Thesis for: Undergraduate, Advisor: DEDI BUDIMAN HAKIM

ABSTRACT Industri tekstil dan produk tekstil Indonesia adalah industri yang telah
lama menjadi primadona ekspor Indonesia. Kegiatan ekspor TPT Indonesia telah
menjadi penyokong perekonomian Indonesia karena menjadi sumber penghasil
devisa. Perdagangan TPT dunia yang terus meningkat dari tahun ke tahun
merupakan peluang bagi Indonesia untuk terus meningkatkan kualitas dan
kuantitas ekspor produk TPT agar dapat bersaing dengan sejumlah negara
produsen TPT seperti Cina dan India.
Pasar ekspor utama TPT Indonesia adalah Amerika Serikat (AS), Uni
Eropa (UE), dan Jepang. Setelah dihapuskannya kebijakan kuota, secara umum
ekspor TPT Indonesia terus meningkat. Beda halnya dengan ekspor TPT
Indonesia ke Uni Eropa. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah : 1.
mengkaji secara deskriptif perkembangan ekspor TPT Indonesia ke UE, 2.
menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan ekspor TPT Indonesia
di UE .
Pada penelitian ini, analisis terhadap permintaan ekspor TPT Indonesia di
UE dilakukan dengan metode ordinary least square (OLS). Data yang digunakan
adalah data sekunder mulai tahun 1978-2007. Model persamaan yang digunakan
dalam persamaan permintaan ekspor TPT terdiri dari beberapa variabel, yaitu :
volume ekspor TPT, GDP per kapita, harga ekspor, nilai tukar, dan dummy kuota.
Terdapat perubahan perkembangan volume ekspor TPT Indonesia ke UE
saat sistem kuota berlaku dan saat sistem kuota sudah berakhir. Pada saat
pemberlakuan sistem kuota rata-rata pertumbuhan volume ekspor TPT Indonesia
ke Uni Eropa adalah 50,64 persen sedangkan pada saat sistem kuota berakhir yaitu
tahun 2005-2007 rata-rata pertumbuhan volume ekspor TPT Indonesia ke Uni
Eropa hanya sebesar 6,07 persen.
Dari hasil estimasi model permintaan ekspor TPT Indonesia di Uni Eropa,
secara statistik dan ekonometrik hasil regresi dapat digunakan sebagai model
permintan TPT Indonesia di Uni Eropa. Secara ekonomi semua variabel yang
digunakan sesuai dengan teori yang berlaku kecuali harga ekspor TPT negara
pesaing yaitu harga ekspor TPT India. Namun hal ini dapat dijelaskan dengan
keadaan riil yang terjadi pada kondisi perdagangan TPT dunia.Hasil output
Eviews menghasilkan nilai R2 sebesar 88,98 persen dan adj − R2 sebesar 86,69
persen. Artinya, variabel-variabel yang terdapat di dalam model tersebut dapat
menjelaskan 89 persen variasi yang terjadi pada volume permintaan ekspor TPT
Indonesia di Uni Eropa, sedangkan 11 persen variasi yang terjadi dijelaskan oleh
variabel lain di luar model
Berdasarkan penelitian ini, saran yang diberikan penulis adalah : 1.
sebaiknya pemerintah menerapkan safe guard system untuk mengurangi pola
perdagangan transhipment ilegal. 2. Permintaan ekspor jenis produk TPT dari UE
terhadap Indonesia didominasi oleh produk pakaian jadi Oleh karena itu,
pengembangan industri TPT sebaiknya lebih ditekankan pada industri hilir. Selain
itu, industri hilir menghasilkan produk dengan nilai tambah yang lebih besar.

0 Bookmarks
 · 
336 Views

Full-text

View
9,938 Downloads
Available from
May 31, 2014