Conference Paper

PENGARUH DOSIS KOMPOS PUPUK KANDANG SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BUAH TOMAT

Conference: Seminar Nasional Sanis dan Teknologi II

ABSTRACT ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas limbah ternak yaitu pupuk kandang sapi yang telah dikomposkan dengan bioaktivator Effective Microorganism (EM4) terhadap produksi dan kualitas pascapanen buah tomat. Menentukan dosis kompos bokashi pupuk kandang sapi yang optimal memberikan produksi buah tomat yang berkualitas. Percobaan dilaksanakan dengan rancangan acak kelompok dengan perlakuan yang disusun secara rancangan acak kelompok. Perlakuan dosis aplikasi yaitu: 0; 7.5; 15; 22,5 dan 30 ton/ha. Jumlah ulangan 3 kali untuk setiap kombinasi perlakuan. Sedangkan jumlah ulangan 3 kali untuk setiap kombinasi perlakuan. Dari hasil percobaan dapat disimpulkan bahwa bahan organik berupa pupuk kandang sapi matang nyata meningkatkan produksi buah tomat. Belum diperoleh dosis optimum aplikasi karena produksi masih menunjukkan respon linier. Kata kunci: kompos sapi, tomat, produksi. 1. PENDAHULUAN Pemanfaatan bahan organik adalah salah satu teknik penerapan pertanian organik. Dalam penelitian ini bahan organik yang akan digunakan adalah limbah ternak berupa pupuk kandang (pukan).. Menurut Novizan (2004), pukan adalah pupuk yang berasal dari kotoran-kotoran hewan yang tercampur dengan sisa makanan dan urine yang didalamnya mengandung unsur hara N, P, dan K yang dapat digunakan untuk memperbaiki kesuburan tanah. Lebih jauh Winarso (2005) menjelaskan pemberian pukan akan memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kapasitas menahan air, dan meningkatkan kehidupan biologi tanah. Pemilihan jenis pukan yang akan dijadikan bahan organik dapat ditentukan oleh kandungan unsur haranya. Nilai kandungan unsur hara pukan sapi relatif lebih baik dibandingkan dengan pukan ayam. Disamping itu, limbah kotoran ternak sapi sangat melimpah tersedia, sehingga dalam penelitian ini akan digunakan bahan organik yang berasal dari lokasi setempat yaitu pukan sapi. Sutanto (2002) menyatakan pertanian organik selalu memanfaatkan bahan lokal setempat (azas lokalita).

5 Bookmarks
 · 
2,854 Views

Full-text

View
1,327 Downloads
Available from
May 28, 2014