Dataset

Analisa Perbedaan Volume Perdagangan dan Abnormal Return Saham Sekitar Publikasi Laporan Keuangan Emiten Tahun 2009-2012

ABSTRACT Abstrak -Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan volume perdagangan dan abnormal return saham sebelum dan sesudah publikasi laporan keuangan. Volume perdagangan dan abnormal return saham dikelompokan berdasarkan kapitalisasi pasar menjadi saham large cap, mid cap, dan small cap. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Wilcoxon Signed-Rank Test dengan interval waktu selama 10 hari sebelum dan sesudah tanggal publikasi. Hasilnya membuktikan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara volume perdagangan dan abnormal return saham pada kelompok large cap dan mid cap sebelum dan sesudah laporan keuangan, namun pada saham kelompok small cap tidak ada perbedaan pada volume perdagangan dan abnormal return. Kata kunci: Volume, Abnormal Return, Laporan Keuangan 1. PENDAHULUAN egara Indonesia menganut sistem ekonomi terbuka (Dornbusch, Fischer dan Startz, 2004). Sistem ini membebaskan investor yang kelebihan dana untuk menaruh dana ke perusahaan dalam negeri maupun di luar negeri yang membutuhkan dana tanpa ada hambatan yang dibuat oleh pemerintah. Salah satu tempat untuk mewadahi transaksi dana tersebut adalah Pasar Modal. Pasar modal memiliki peran besar dalam perekonomian suatu negara, bahkan pasar modal merupakan indikator kemajuan perekonomian suatu negara (Ang, 1997). Pasar modal memiliki beberapa produk, salah satunya adalah saham. Saham digunakan untuk kegiatan investasi jangka panjang, yaitu menanamkan modal baik secara langsung atau tidak langsung dengan harapan investor mendapatkan keuntungan dari hasil penamanan modal tersebut (Bodie, Kane, dan Marcus, 2005). Di Indonesia, menanamkan modal secara tidak langsung (indirect investing) dapat dilakukan melalui perantara Bursa Efek Indonesia (BEI), sedangkan untuk menanamkan modal secara langsung (direct investing) dilakukan dengan menghubungi pihak perusahaan yang dituju. Untuk pertimbangan investasi saham dibutuhkan analisa yang mendalam untuk keamanan dana dan keuntungan yang diinginkan. Salah satu yang penting adalah mendapatkan informasi mengenai perusahaan. Menurut Setyawan (2006) mengatakan suatu informasi yang membawa kabar baik (good news) akan menyebabkan harga saham naik, dan sebaliknnya informasi yang membawa kabar buruk (bad news) akan menyebabkan harga saham turun. Suatu pasar yang efisien mampu bereaksi dengan cepat dan tepat terhadap informasi yang ada untuk mencapai harga keseimbangan baru setelah adanya informasi. Menurut Fama (1965) mendefinisikan pasar yang efisien sebagai suatu "fair-game" dimana harga selalu menggambarkan secara penuh seluruh informasi yang tersedia. Laporan keuangan emiten yang merupakan sumber informasi bagi investor dan sebagai dasar pengambilan keputusan penanaman modal, adanya informasi yang dipublikasikan akan merubah keyakinan investor. Pengumuman yang mengandung informasi, diharapkan pasar akan bereaksi pada waktu pengumuman tersebut diterima oleh pasar. Reaksi pasar tersebut ditunjukkan dengan adanya perubahaan harga saham yang bersangkutan dimana reaksi ini dapat diukur dengan abnormal return (Mustakini, 2005). Selain harga saham reaksi pasar dapat dilihat dari jumlah volume saham. Informasi yang dimiliki oleh investor akan tertransformasi dalam bentuk naik-turunnya volume transaksi harian dan frekuensi transaksinya. Budiarto dan Baridwan (1999) menyatakan bahwa reaksi pasar sebagai suatu sinyal terhadap informasi adanya suatu peristiwa tertentu dapat mempengaruhi nilai perusahaan yang tercermin dari perubahan harga dan volume perdagangan saham yang terjadi. Para investor dapat juga dapat melakukan pengamatan tentang informasi volume perdagangan dikaitkan dengan harga saham. Saham dengan volume perdagangan meningkat akan menghasilkan peningkatan return saham (Chordia dan Swaminathan, 2000). Perusahaan dikelompokkan berdasarkan kapitalisasi pasar saham tersebut, yaitu large cap, mid cap, dan small cap. Pengelompokan berdasarkan kapitalisasi pasar agar dapat melihat keputusan investor berdasarkan tingkat pengembalian dan resiko saham. Semakin besar nilai pasar suatu saham yang tercatat di bursa maka semakin besar pengaruhnya terhadap nilai indeks (Koetin, 1992, p.505).

1 Bookmark
 · 
269 Views

Dataset

View
194 Downloads
Available from
May 23, 2014